Radio Streaming Salam Radio

...

KONSTITUSI MADINAH DAN KONSTITUSI INDONESIA

Narasumber : Dr. H. Hamdan Zoelva, SH. MH
Host : Titi Anggraini


Piagam Madinah dikenal dengan istilah konstitusi tertulis pertama di dunia dan sangat luar biasa. Saat itu di Timur Tengah tumbuh dan berkembang pesat peradaban baru di lingkungan penganut ajaran Islam. Atas pengaruh Rasulullah SAW. Banyak sekali inovasi baru dalam kehidupan umat manusia yang dikembangkan menjadi pendorong kemajuan peradaban. Salah satunya adalah penyusunan dan penandatanganan persetujuan atau perjanjian bersama di antara kelompok-kelompok penduduk Kota Madinah untuk bersama-sama membangun struktur kehidupan bersama yang pada kemudian hari berkembang menjadi kehidupan kenegaraan dalam pengertian modern sekarang. Naskah persetujuan bersama itulah yang selanjutnya dikenal sebagai Piagam Madinah. Konstitusi Madinah merupakan terjemahan dari kata shahifah al- madinah, yaitu pasal-pasal tertulis yang dibuat oleh Rasulullah SAW. Untuk mengikat dan mengatur masyarakat Madinah secara keseluruhan tanpa membedakan agama, suku, ataupun ras. Piagam ini dibuat atas persetujuan bersama antara Rasulullah SAW dan wakil-wakil penduduk Kota Madinah tidak lama setelah beliau hijrah dari Mekah ke Yatsrib. Madinah dalam konsep unsur - unsur bernegara adalah sebuah negara, karena telah terpenuhinya persyaratan sebuah negara, yaitu ada wilayah, pemerintahan, rakyat, kedaulatan dan pengakuan dari negara lainm

Dalam Piagam Madinah pasal 1 berbunyi "Sesungguhnya mereka satu umat, berbeda dari komunitas manusia lain". Lalu, siapa ummatan wahidah? yaitu adalah mukmin baik baik kelompok Muhajirin, Ansor maupun pendudik Yatsrib yang beragama Nasrani, Yahudi dan juga kelompok pagan (penyemebah berhala), jadi mereka lah yang dimaksud umat yanh satu dalam kesatuan bangsa. Kesepakatannya adalah tidak saling menganggu, saling menghormati adat istiadat/kebiasaan masing - masing dan mempertahankan Kota Madinah dengan darahnya secara bersama.

Lalu, pada pasal 47 berbunyi "Sesungguhnya piagam ini tidak membela orang zalim dan khianat. Orang yang keluar bepergian aman, dan orang berada di Madinah aman, kecuali orang yang zalim dan khianat. Allah adalah penjamin orang yang berbuat baik dan takwa. Dan Muhammad SAW adalah Utusan Allah.". Maksudnya adalah mejamin keamanan dan hak untuk hidup aman serta terbebas dari kedzaliman dan pengkhianatan.

Kaitan Konstitusi Madinah dengan Konstitusi Indonesia:
1. Bahwa Indonesia adalah satu bangsa. Indonesia terdiri dari berbagai agama,suku dan ras, tetapi bersatu di bawah kebangsaan Indonesia, jadi umat dan bangsa memiliki satu makna dalam terminologi saat ini dibanding makna umat dalam terminologi piagam madinah.
2. Jaminan kebebasan dan tegaknya keadilan diantara semua kelompok yang ada di Madinah. Begitupun juga Indonesia, tidak membedakan antara suku, agama, ras dan tetap memiliki jaminan keadilan serta hak & kewajiban yang sama.

Terbentuknya Konstitusi Madinah menjadi cikal bakal terbentuknya Negara Madinah. Sama halnya dengan Indonesia, terbentuknya Konstitusi Indonesia sebelum kemerdekaan walaupun pada akhirnya baru disahkan secara resmi satu hari setelah pengumuman kemerdekaan yaitu 18 Agustus 1945.

Terakhir, Hamdan Zoelva menyampaikan pesan bahwa, Rasulullah SAW meninggalkan satu jejak bentuk pemerintahan yang sangat luar biasa yang dapat kita jadikan contoh dan tauladan. Walaupun Rasulullah SAW berkuasa tetapi ia selalu mendengar siapapun pendapat masyarakatnya dan selalu bermusyawarah sebagai prinsip paling pokok dalam berbangsa dan bernegara. Inilah peninggalan Rasulullah SAW yang bisa dijadikan rujukan sampai saat ini dan bagian penting dalam meneladani Rasulullah SAW. RRN (sumber Kajian Islam dan Konstitusi edisi 19 Oktober 2021)

At Your Service


Youtube

Salam Radio Channel

Facebook

Salam Radio

Instagram

@salam_radio

Whatsapp

081286041960